Aktual Kesra

5.300 Alumni BLKM Sukses Buka Usaha Mandiri

Bandung, PEWARTASATU.COM – Tingkat pengangguran terbuka Propinsi Jabar Agustus 2020 mencapai 10,46 persen. Ini , dikhususkan bagi warga yang berpendidikan rendah di Jawa Barat. Hal ini yang membuat tantangan tersendiri bagi Balai Latihan Kerja Mandiri (BLKM) milik Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk memaksimalkan pelatihan kerja.
“ Kami bersyukur, di Balai Pelatihan Kerja ini, telah memberikan pelatihan kerja bagi warga yang berpendidikan rendah agar bisa membuka usaha dan mandiri, ” ujar Rina Puspita Nurhayati, Kepala BLKM Disnakertrans Jabar kepada rombongan Forum Wartawan Ketenagakerjaan (Forwaker) di Bandung, Rabu (7/4/2021).

Mengingat jumlah pangangguran pendidikan SD-SMP yang cukup tinggi ini, untuk Jabar pelatihan kerja sangat dibutuhkan. Pelatihan kerja tersebut, kata Rina, merupakan salah satu jawaban untuk mengatasi pengangguran di Jabar. Kendati belum seberapa jika dibandingkan kuota 2021 sebanyak 360 orang, dalam 12 angkatan dan per 1 angkatan diikuti sebanyak 30 orang.

“Hingga 2020, jumlah alumni pelatihan kerja BLKM sebanyak 5.300 orang dan 20 % di antaranya sudah mampu untuk membuka usaha secara mandiri, ” katanya.

BLKM menyelenggarakan kejuruan tata boga, las listrik, tata rias wajah dan hijab, financial life skill, barista, catering, otomotif service sepeda motor ringan, bakery, start-up, serta teknik cukur dasar.

“BLKM tidak sekedar menggelar pelatihan kerja, melainkan di lapangan menggandeng partner, seperti UNPAD, shopee, gofood, bank bjb, sekoper cinta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekolah cukur, serta USAID, ” tandas Rina.

BLKM juga tdak hanya menggelar in house training. Tetapi ‘menjemput bola’ bagi warga di desa-desa dalam kategori tertinggal, sehingga memudahkan warga dan tidak perlu datang ke Kota Bandung.

“Jemput bola sangat membantu warga di desa tertinggal mendapatkan pelatihan kerja. Kami datang dengan Mobile Training Unit (MTU) lengkap dengan peralatan dan perlengkapan pendukung, serta para instruktur, ” ungkapnya.

Rombongan Forwaker, melanjutkan kunjungan ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah IV Jabar meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, serta Kabupaten Sumedang.
Bandung Asep Cucu
“Saat ini, kami memiliki pengawas 42 orang dengan jumlah perusahaan per 31 Maret 2021, sebanyak 13.132. Tentu saja, itu belum seimbang dengan beban kerja yang harus dilaksanakan,” ujar Asep Cucu, Kepala UPTD Wilayah IV Bandung.

Untuk menyelesaikan kasus dari rencana kerja yang dibuat satu tahun ini, Asep menuturkan, cara kerjanya, pengawas yang ada dimaksimalkan dengan membentuk tim, dan jika tim tersebut ternyata SDMnya kurang, atau tidak ada, baru menugaskan tim lain.

Selama pandemi Covid-19, ke-42 pengawas tetap bekerja, dengan melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap ribuan perusahaan dengan menerapkan protokol kesehatan. Pemanggilan terhadap perusahaan yang tidak melakukan pemeriksaan, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap perusahaan yang ada data TKA, serta menggelar pengawasan dan pembinaan secara daring melalui meeting zoom, dan terus melakukan inovasi serta berkolaborasi dengan berbagai pihak agar Pengawasan Ketenagakerjaan di Jabar ini menjadi lebih baik. (Maulina)

Related posts

Kemenparekraf-Kemendes PDTT Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata di Ende, NTT

Maulina Lestari

Timboel Siregar : Kinerja Menaker Buruk

Maulina Lestari

ICPKL : Adara Berkomitmen Melipatgandakan Kontribusi untuk Palestina

Maulina Lestari

Leave a Comment