Politik

DPD RI Dorong Parawisata dan Konservasi Provinsi Bali

JAKARTA, Pewartasatu.com– Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin mendukung kegiatan pemulihan pariwisata dan konservasi khususnya di Provinsi Bali yang di inisiasi Asosiasi Koral Kerang dan Ikan Hias Indonesia (AKKII). Kegiatan ini diharapkan mampu membawa angin segar buat pariwisata pada masa wabah pandemi virus corona (Covid-19).

Kegiatan tersebut juga bukan hanya buat organisasi AKKII tetapi lebih memberikan dampak positif bagi Pariwisata Bali yang merupakan business backbone. “Bukan juga hanya buat masyarakat di daerah ini, tetapi juga perekonomian nasional yang sedang terpukul,” ucap Mahyudin didampingi Wakil Ketua Komite II DPD RI, Hasan Basri dan Anggota Komite II DPD RI, Andri Prayoga Putra Singkarru di Serangan, Bali. akhir pekan ini.

Pada 2013-2017, kata Mahyudin, Indonesia pengekspor karang hias terbesar di dunia. Namun, setelah adanya larangan ekspor karang hias 2018, posisi itu diambil alih Australia. “Karang hias memiliki nilai jual lebih karena eksotika warna dan bentuknya. Ituyang membuat ekspor karang hias alam Indonesia disukai pasar terutama AS sebagai pangsa pasar terbesar,” jelas senator asal Kalimantan Timur itu.

Ditambahkan, 2019 kuota karang hias alam yang direkomendasikan LIPI dan ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 565.050 potong. Jumlah ini 0,0001 persen dari populasi karang hias di Indonesia. Kuota ini turun setiap tahun. Kuota awal 824.550 potong.

Pada dasarnya, DPD kami mendukung pemanfaatan karang hias sebagai komoditi perdagangan, mengingat jumlah karang hias yang diperlukan kurang dari satu persen populasi karang hias di Indonesia. Ukuran yang diambil juga relatif kecil.

“Kita harus berkomitmen agar pengambilannya dilakukan dengan hati-hati, memperhatikan aspek lingkungan dan tak boleh memanfaatkan alat yang berpotensi merusak seperti alat keruk, bom, trawler atau lebih dikenal dengan nama pukat harimau,” kata Mahyudin.

Mahyudin berharap sektor usaha ini mampu menopang upaya recovery perekonomian nelayan, masyarakat di daerah, pelaku usaha pariwisata, dan perekonomian Nasional. Selain itu, juga mendukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam bentuk kegiatan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) khususnya wisata bawah air. “Semoga seluruh rangkaian kegiatan kita berlangsung dengan sukses, lancar, dan memberikan manfaat yang signifikan bagi semua pihak,” demikian Mahyuddin. (fandy)

Related posts

Kedaulan Pangan dan Lingkungan Ikut Jadi Penyebab Fraksi PKS Tolak UU Ciptaker

akhir Rasyid Tanjung

Andi Akmal: Ketersediaan Bibit Unggul Jadi Langkah Penting Wujudkan Swasembada Pangan

akhir Rasyid Tanjung

Langgar Pakta Integrigtas, PD Kep Sula Pecat Ricardo

Hasyim Husein

Leave a Comment