Aktual Kesra

Eko Daryanto : Segerakan Membuat Produk Hasil Usaha Dan Motivasi Sendiri

Jakarta, PEWARTASATU.COM – Jangan takut mencoba untuk menyegerakan produk yang dinamakan hasil usaha sendiri. ATM (amati, tiru, dan modifikasi) dari yang sudah ada. Jika mungkin yang didapatkan selama 5 hari masih ragu untuk memulai usaha, kata Eko Daryanto, Kepala BBPPK dan PKK Kemnaker, saat menyampaikan sambutannya di Penutupan Kewirausahaan Inkubisnis Tahap Awal Perorangan Angkatan IX di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja (BBPPK) dan Perluasan Kesempatan Kerja, kepada 253 trainer inkubisnis di Lembang, (5/12/2020)

Eko mengatakan. Teori dan praktek yang didapat tidak sampai disini saja. Karena kami dari pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan mengadakan evaluasi terus peserta didiknya memulai usaha, menskema usaha, dari semua yang sudah didapatkan disini dengan menghasilkan sebuah prodak usaha baru. Jika usaha itu bisa memenuhi pasar kerja dan menyerap tenaga kerja, nantinya, ditahun 2021, ada kesempatan lagi datang ke tempat ini dengan mendapatkan insentif yang lebih besar.

Hadir dalam acara penutupan di Balai Besar ini, para trainer, Direktorat Penempatan Dalam Negeri, SPIPB, Workshop serta pejabat fungsional dan staf kewirausahaan. Eko berharap dari 253 trainer ini nantinya akan kembali dengan membawa lebel prodak masing masing sebagai pengusaha yang berhasil
“Untuk itu tolong disegerakan membuat prodak yang dinamakan hasil usaha, dan hasil motifasi semuanya,” tutur Eko.

Eko yakin, anak anak didiknya disini anak anak didik yang luar biasa, yang mampu membuat inovasi bagaimana menciptakan perubahan dengan prodak yang ada, atau dengan mengimajinasi melalui sebuah inovasi dan menerapkannya dengan membuka usaha baru.

Eko melanjutkannya, , kita bisa melihat dari kehidupan nyata, dan kembangkan melalui lingkungan agar bisa mengedepankan dari hasil geografi.

Mencetuskan sebuah usaha diharapkan bisa mengangkat dari bonus geografi sehingga nanti akan mendapatkan identitas dari lingkungan sekitar, yang nantinya akan menjadi usaha yang berkelanjutan yang akan membantu usaha dilingkunganya masing masing.

Dicontohkannya, jika di satu tempat ada budaya, disana pastinya ada hasil usaha, dan ada bahan baku yang tidak dimiliki daerah lainnya. “Ini bisa dikembangkan menjadi usaha yang terintegrasi, sehingga akan menumbuhkan yang dinamakan ekowisata, dan akan membuka peluang lapangan kerja,”jelas Eko.

Dari sana akan menghasilkan produk yang tidak lagi pusing untuk memasarkannya. Dan kami akan memfasilitasi serta menyiapkan platform untuk produk tersebut, dengan memasarkannya melalui digital.
Oleh karena itu segera menyampaikannya kepada Balai Besar sebagai wujud tanggungjawab dan wujud membantu pemerintah dalam perluasan kesempatan kerja.

Eko berpesan kepada para trainer tersebut agar setelah dari pendidikan di Balai Besar ini berusaha membangun sebuah konsep yang terintegrasi dalam suatu komunitas yang tergabung melalui ekosistim. Dicontohkannya seperti pengembangan inkubasi di Ciburial.(Maulina)

Related posts

Penerapan Protokol Kesehatan di Destinasi Pariwisata Bintan Kepri Sangat Ketat

Maulina Lestari

Forum Anak ASEAN : Ciptakan Lingkungan Keluarga Suportif, Dukung Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi Covid-19

Maulina Lestari

Kemenparekraf Ajak Pelaku Usaha di 9 Destinasi MICE Indonesia Terapkan Protokol CHSE

Maulina Lestari

Leave a Comment