News

Empat Provinsi Rentan Produksi Beras Di Tanah Air

Peserta webiner Ok Oce.Foto Vika.

 

Pewartasatu.comJAKARTA – Pemerintah perlu mengantisipasi krisis pangan, ada empat Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan diduga rentan terhadap produksi beras nasional yang terjadi selama pandemi Covid -19, (14/6).

Founder Ok Oce Indonesia Sandiaga Uno melansir seperti yang diprediksi oleh Food and Agriculture Organization (FAO) bahwa akan terjadi krisis pangan secara global di tanah air.

Hal ini karena produksi beras Indonesia tahun 2019 berada di kisaran 31, 31 juta ton, sedangkan kebutuhan beras sebesar 29.6 juta ton per tahun.

Founder OK OCE Indonesia, Sandiaga Uno mengatakan” Permintaan pangan amat besar, potensi memenuhi pasar alam negeri – subtitusi impor, saat ini diluar panic buying.

Permintaan pasokan bahan pangan sudah naik 10%, semen tara suplai berkurang hingga 25%. Desa-desa lumbung pangan karena PSBB produksi berkurang, makanya empat provinsi yang rentan terkait produksi beras nasional perlu diantisipasi, “ ungkapnya dalam Webinar bersama OK OCE STII (Serikat Tani Islam Indonesia), Sabtu, 13 Juni 2020.

Adanya 5 gagasan aman pangan yang disampaikan Sandiaga Uno, yakni di era pandemi, negeri ini berpeluang mengejar defisit dan mencegah krisis pangan. Kedua, menumbuhkan ketahanan pangan mulai dari lingkup keluarga hingga bangsa. Ketiga, melipatgandakan kapasitas produksi pangan lokal. Keempat, perkaya food mix dengan bahan baku asli Indonesia, terutama ikan.

Selain itu, terapkan teknologi , ciptakan green jobs untuk generasi muda. Tidak hanya itu, mantan wakil gubernur Jakarta itu, juga menjelaskan krisis pangan bisa saja terjadi karena perubahan iklim, cuaca, serta Pembatasan Skala Sosial Bersakala Besar PSBB.

” Semua provinsi memiliki potensi resiko yang sama. Menurutnya semua provinsi harus bersiap. “ Kita harus melihat lumbung- lumbung pangan kita agar siap di akhir tahun 2020,” ungkapnya.

Solusinya adalah kembangkan bisnis suplai, edukasi, pengembangan produk pangan halal dengan mengadposi digitalisasi, misalnya Cloud Kitchen, Cloud kitchen sering juga disebut sebagai dapur satelit atau ghost kitchen.

Cloud kitchen adalah restoran dengan konsep yang hanya menawarkan jasa delivery saja dan tidak menyediakan fasilitas makan di tempat. Bangun ekosistem pangan, bidik dan bantu ekonomi rumah tangga, ungkap Sandi mengajak pelaku usaha.

Related posts

Kalahar BPBD Kab Smi Rangkul Lsm Dampal Jurig Utk Bersinergi..

ahmad

Massa AMPG Gembok Pintu Gerbang DPP Partai Golkar

ahmad

Kasus Virus Corona Turun di Cina, WHO khawatir Penyebaran Global

Diana Sari

Leave a Comment