Politik

Fraksi PKS: Ketersedian Vaksin Kendala Utama Percepatan Vaksinasi Covid-19

JAKARTA, Pewartasatu.com– Ketersediaan vaksin Covid-19 menjadi kendala utama upaya percepatan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Kendala lainnya adalah distribusi vaksin ke seluruh nusantara mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kondisi daerah yang sangat beragam termasuk infrastruktur rantai dingin (cold chain) agar vaksin tidak rusak.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Amin Ak menjawab media, akhir pekan ini. Wakil rakyat dari Dapil IV Provinsi Jawa Timur itu mendorong peningkatan kapasitas produksi vaksin Covid-19 agar program vaksinasi berjalan sesuai target.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi mentargetkan vaksinasi tuntas aling lambat 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan. Dengan target jumlah orang yang harus divaksin mencapai 70 persen dari sekitar 270 juta penduduk atau sekitar 188 juta jiwa, dibutuhkan 376 juta dosis vaksin. Itu minimal yang dibutuhkan agar tercapai herd immunity (kekebalan komunal).

Dengan target 15 bulan, dibutuhkan pasokan hampir 1 juta dosis vaksin per hari. Berdasarkan penjelasan Menteri Kesehatan saat Rapat Kerja (Raker) dengan DPR pertengahan Maret lalu, Januari–Juni tahun ini ditargetkan 80 juta dosis vaksin yang diinjeksikan kepada masyarakat.

Itu sulit tercapai jika merujuk data dari PT Biofarma, hingga awal April ini baru 20,5 juta vaksin yang didistribusikan ke seluruh Provinsi di Indonesia. Vaksin itu berasal dari produk jadi Sinovac (CoronaVac), Astra Zeneca dan yang di produksi Bio Farma dengan bahan baku atau bulk dari Sinovac.

Vaksin yang sudah diterima Indonesia sampai saat ini 3 juta dosis produk jadi dari Sinovac, 1,11 juta dosis vaksin produk jadi Astra Zeneca dari Covax/Gavi dan 53,5 juta dosis bulk (bahan baku) dari Sinovac. Bahan baku vaksin 53,5 juta dosis itu, setelah diolah nantinya akan menghasilkan 42 juta dosis, padahal kebutuhan minimal Januari–Juni 2021 sekitar 80 juta dosis. “Peningkatan kapasitas produksi vaksin di dalam negeri dan volume pasokan bulk vaksin menjadi kunci pemenuhan kebutuhan vaksin sesuai target yang dicanangkan pemerintah,” beber Amin.

Idealnya, kapasitas produksi vaksin Covid-19 Bio Farma 2,5 kali kapasitas saat ini yang baru mencapai 11,9 juta juta dosis. Kapasitas produksi Bio Farma hingga Maret lalu hanya 7,9 juta dosis. “Perlu dilakukan terobosan agar kapasitas produksi vaksin Covid-19 di dalam negeri dilipatgandakan. Misalnya dengan melibatkan industri farmasi swasta atau BUMN lainnya. Kemungkinan seperti itu harus dikaji,” ujar Amin.

Bio Farma menyebut, hingga Juli 2021 Bulk Sinovac yang akan datang adalah 140 juta dosis. Pengirimannya dilakukan secara bertahap. Dari bahan baku sebanyak itu, diperkirakan bisa diproduksi sekitar 112 juta dosis vaksin.

Dari jumlah itu, April ini diperkirakan masuk sekitar 30 juta dosis bulk atau setara 24 juta dosisi vaksin. “Melihat pasokan bahan baku Sinovac sejumlah itu, pemerintah harus bekerja keras mencari sumber-sumber baru vaksin Covid-19 diluar sinovac,” demikian Amin Ak. (fandy)

Related posts

Suryadi: Fraksi PKS DPR RI Beri Catatan Soal Kenaikkan Tarif Tol Jakarta-Cikampek

akhir Rasyid Tanjung

Apresiasi Setor Deviden Buat Negara, Nasim Khan: Masih Banyak BUMN Alami Kerugian

akhir Rasyid Tanjung

Ucapkan Selamat, Nevi Ingatkan Tugas Berat Sudah Menanti Duet Mahyeldi-Audy

akhir Rasyid Tanjung

Leave a Comment