Featured Politik

Impor Opsi Terakhir, PKS: Penuhi Kebutuhan Tabung Oksigen Dari Produksi Dalam Negeri

JAKARTA, Pewartasatu.com– Untuk memenuhi kekurangan tabung oksigen di berbagai Rumah Sakit (RS), Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya mengoptimalkan produksi dalam negeri.

“Karena itu, Jokowi jangan terburu-buru membuka opsi impor dalam menanggulangi kekurangan itu. Penanggulangan Covid-19 sebaiknya disinergikan dengan upaya menggerakan sektor industri dan ekonomi masyarakat,” kata

anggota Komisi VII DPR RI, Dr H Mulyanto kepada media di Jakarta, Selasa (6/7).

 

Politisi senior yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bidang Industri dan Pembangunan itu menyebutkan impor itu ibarat ‘perceraian’ dalam rumah tangga. Perceraian itu tak diharamkan tetapi dibenci.

Jadi, tidak boleh sembarangkan dibuka kecuali darurat dan sangat memaksa.

“Kemarin sudah bagus kita mengirim gas oksigen ke India. Masak sekarang kita ingin impor. Padahal bibir kita belum kering benar membahas masalah itu,” singgung wakil rakyat dari Dapil III Provinsi Banten tersebut.

Yang harus dilakukan Pemerintah, ungkap Mulyanto, melakukan analisis supply-demand yang akurat, mengoptimalkan produk domestik. Jangan belum apa-apa sudah membuka opsi impor. Kebijakan itu yang ditunggu-tunggu mafia impor.

 

Mulyanto meminta Pemerintahan Jokowi memutakhirkan data produksi domestik yang ada di dalam negeri. Juga perlu ditinjau kebijakan alokasi gas oksigen untuk sektor kesehatan dan sektor industri. Kalau memang sektor kesehatan masih kurang, ditingkatkan saja kuotanya menjadi lebih dari 60 persen. Bila perlu menjadi 80 persen kuota gas oksigen.

 

Dikatakan, sangat logis di tengah pandemi Covid-19 memuncak seperti sekarang, kuota oksigen sektor kesehatan dtingkatkan dan prioritaskan. “Kita mendukung opsi kebijakan ini.

Yang tidak kalah pentingnya adalah aspek pengawasan, baik tahapan produksi maupun jaringan distribusi. Pemerintah, melalui aparat pengawasannya, perlu memastikan, tidak ada penimbunan tabung gas oksigen yang menyebabkan kelangkaan.”

Jangan sampai ada pihak yang tidak bertanggung-jawab mengambil kesempatan dalam kesempitan. “Ini sangat kita khawartirkan. Dan, ini bukanlah sesuatu hal yang mustahil terjadi,” imbuh pemegang gelar S3 Teknik Nuklir Tokyo Institute of Technology (Tokodai) Jepang 1995 ini.

 

Dalam kondisi seperti sekarang, Mulyanto meminta Pemerintahan Jokowi meningkatkan aspek pengawasan distribusi tabung oksigen. Jangan sampai ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi genting ini.

 

“Saya berani bicara seperti ini karena Kementerian Perindustrian sudah menjadi mitra Komisi VII DPR RI.

Mitra artinya kita, eksekutif dan legislatif, saling bahu-membahu untuk melayani masyarakat yang tengah kesulitan di tengah pandemi Covid-19.

 

Sebelumnya diberitakan, kelangkaan tabung dan isi gas oksigen yang menimbulkan kasus meninggalnya 63 orang pasien Covid-19 di RS Sardjito Yogyakarta, Pemerintah cq. Kementerian Perindustrian tengah mempertimbangkan untuk membuka keran impor tabung gas oksigen.

 

Menurut Kementerian Perindustrian, kalau kebutuhan terus meningkat dan melewati kemampuan mereka, harus dicari tabung gas dari sumber lain.

Rencana impor tabung gas oksigen itu masih dalam tahap diskusi dengan pihak terkait. Menurut Kementerian Perindustrian impor itu juga tak mudah, melainkan banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai syarat, hingga sumber impor.
(fandy)

Related posts

Samsung Beberkan Chipset 8nm Exynos 850 Untuk Ponsel Entry-level

Diana Sari

Dampak Buruk UU Ciptaker, Andi Akmal: Limbah Batu Bara dan Sawit Dikeluarkan dari B3

Legislator PKS Catat Indonesia Dapat Dana Komitmen Negara Maju Soal Konservasi

Leave a Comment