Aktual Featured Politik

“Ini Bukan tentang Anies Baswedan, Tapi tentang Masa Depan Indonesia”

Saat Anies Baswedan tiba di kampung halamannya, Jogjakarta, Rabu (16/11) disambut dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Foto: Instagram.

JAKARTA.Pewartasatu – Sambutan dan antusiasme masyarakat dari berbagai golongan terhadap Anies Baswedan, sebagai bakal calon presiden, ke mana pun dia pergi, kini menjadi pemandangan sehari-hari.

Mantan Menteri Pendidikan ini kini menjadi sosok fenomenal. Kunjungannya selama dua hari ke Sumatera Utara, dan terakhir ke Yogyakarta, menjadi bukti betapa mantan Gubernur DKI ini dielu-elukan masyarakat.

Luar biasa. Itulah barangkali salah satu kata yang bisa disebutkan. Terlepas dari berbagai analisis politik yang menyertainya, sambutan masyarakat di mana mana memang terlihat begitu bergairah kepada Anies Baswedan.

“Tak pasang baliho besar, tak bagi2 sembako, tak sebar kaos, tapi antusias masyarakat menyambutnya begitu besar,” begitulah antara lain komentar salah satu waranet yang menyebut diri, waspodolanang, melalui IG Story instagram @aniesbaswedan, setelah melihat antusiasme masyarakat menyambut kedatangan Anies ke Yogyakarta.

Padahal, sebagaimana ditulis Anies diakunnya, kedatangannya ke Jogja adalah untuk pulang kampung. “Alhamdulillah, senang sekali bisa pulang kampung ke Jogja. Saya tumbuh besar di kota ini, dari kecil masih TK sampai kuliah di sini,” tulis Anies.

“Memang beda buah matang di pohon di banding matang karbitan,” lanjut warga yang menyebut diri waspodolanang tersebut.

Banyak lagi sambutan dan komentar positip terkait kedatangan Anies ke Jogjakarta. Seorang warga, menyebut diri muhliskatili, melalui akun @aniesbaswedan juga memberi komentar soal antusiasme masyarakat yang begitu besar menyambut kedatangan Anies.

“Buka soal bertemu dengan Anies, tapi bertemu dengan seseorang yang selalu terjaga ghirah dan semangat juangnya untuk Indonesia dan dunia yang lebih baik bagi generasi setelahnya,” begitu ditulis muhliskatili.

Benarkah demikian? Terjaga ghirah dan semangat juang untuk Indonesia dan dunia yang lebih baik, sebuah rumusan yang tidak mudah. Anies sendiri sampai detik ini sepertinya belum pernah sesumbar atau umbar janji politik apa pun terkait posisinya sebagai bakal calon presiden.

Melalui akun instagramnya, Anies lebih banyak mengukir kata, melukis simbol-simbol, terutama tentunya, terkait kampung halamannya, Jogjakarta, kota yang menjadi simbol berbagai makna. “Jogja adalah kota perjuangan,” tulis Anies.

“Ketika Republik saat itu menghadapi ancaman, Jogja menjadi tempat perlindungan, dan banyak peristiwa bersejarah di kota ini. Kota ini adalah kota yang amat subur tumbuhnya semangat perjuangan dan kepahlawanan,”lanjutnya.

“Di kota ini pertempuran2 terjadi sehingga banyak makam pahlawan dan nama jalan dari para pahlawan, kota ini bukti otentik bahwa yang berjuang adalah orang kebanyakan.”

“Setiap kali kembali ke Jogja bukan sekadar kembali ke kota masa kecil, tapi menyaksikan deretan orang-orang biasa yang ingin republik ini menjadi luar biasa,” tulis Anies lagi, seolah merefleksikan dirinya sendiri secara tidak langsung.

“Dari sini bermunculan pribadi pejuang, menjadi kota berkumpulnya generasi yang mendapat kesempatan pendidikan tinggi dari seluruh Indonesia, mereka menjadi generasi pertama yang tercerdaskan dan sejahtera. Jogja adalah eskalator sosial ekonomi bagi begitu banyak keluarga dari seluruh Indonesia.”

“Karena itu hari ini kita berkumpul ingin mengirimkan pesan, bahwa ini bukan tentang Anies tapi ini tentang masa depan Indonesia. Bukan tentang satu orang, tapi tentang satu generasi. Ini adalah tentang masa depan yang kita perjuangkan, Indonesia yang lebih baik,” demikian Anies.***

 

 

 

 

Leave a Comment