Politik

Institusi Merata di Pelosok Tanah Air, BRI Sangat Spesial di Perbankan Indonesia

JAKARTA, Beritalima.com– Anggota Komisi VI DPR RI bidang Industri dan Perdagangan, Nevi Zuairina meminta Bank Rakyat Indonesia (BRI) tetap pro kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Permintaan tersebut disampaikan Nevi ketika bertemu mitra kerja Komisi VI DPR RI di lingkungan BUMN ketika melakukan kunjungan kerja spesifik BRI dan BRI Agro di Bandung, akhir pekan ini.

Nevi mengatakan, BRI sangat spesial di perbankan Indonesia karena selain paling meratanya institusi ini menjangkau seluruh rakyat Indonesia di berbagai wilayah hingga pelosok, BRI juga memiliki nasabah yang pro kerakyatan berupa para pelaku UMKM yang juga ada di setiap daerah.

“Saya apresiasi BRI menjalankan restrukturisasi sesuai dengan regulasi perpanjangan masa program restrukturisasi hingga tahun depan dengan risiko atas kredit yang disalurkan akibat pandemi Covid-19. Saya berharap tekanan rasio Loan At Risk (LAR) yang juga meningkat dapat di atasi BRI, sehingga Bank ini tetap terbaik di Indonesia dan terkenal sangat pro rakyat melayani masyarakat Indonesia hingga pelosok,” tutur Nevi.

Dikatakan, berdasar informasi, BRI mencatat penurunan jumlah restrukturisasi kredit dari debiturnya. Nilai restrukturisasi kredit yang disalurkan BRI konsisten menurun sejak September 2020 dimana ada Rp 193,7 triliun kredit yang direstrukturisasi BR. Hingga akhir tahun lalu, kredit yang direstrukturisasi BRI turun Rp 7 triliun, menjadi Rp186,6 triliun yang berasal dari 2,83 juta debitur.

Legislator dari Dapil II Provinsi Sumatera Barat II tersebut mengatakan, 87 persen restrukturisasi kredit diberikan BRI terhadap debitur di segmen mikro dan kecil. Ada 44 persen pelaku usaha mikro mendapat keringanan pembayaran pinjaman, dan 43 persen pelaku usaha kecil meraih hal serupa.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI ini berharap agar setelah restrukturisasi dilakukan BRI, para pelaku UMKM tetap diberikan prioritas sehingga Nasabah BRI disegmen ini tetap dominan.

Berkaitan dengan BRI Agroniaga yang akan menjadi Bank Digital bagi Bank Himbara, Nevi berharap jangkauan kerja sama dengan fintech dan pekerja sektor UMKM semakin meluas.

BRI Agro perlu mendidik para pelaku agar pengelolaan bisnis UMKM punya fitur lengkap yang bukan hanya aplikasi kasir, tetapi ada juga pengelolaan inventori, pelanggan, akutansi, analisa bisnis dan pesanan online sehingga para pelaku langsung bersiap diri menghadapi era serba digital pasca pandemi.

“Saya berharap, BRI Semakin maju menjadi Bank andalan negara dan Rakyat Indonesia. Selain Semakin meluas nasabah UMKM, BRI juga dapat mengendalikan NPL nya meski pandemi Covid-19 di mana perbankan mengalami kenaikan NPL,” demikian Hj Nevi Zuairina. (akhir)

JAKARTA, Beritalima.com– Anggota Komisi VI DPR RI bidang Industri dan Perdagangan, Nevi Zuairina meminta Bank Rakyat Indonesia (BRI) tetap pro kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Permintaan tersebut disampaikan Nevi ketika bertemu mitra kerja Komisi VI DPR RI di lingkungan BUMN ketika melakukan kunjungan kerja spesifik BRI dan BRI Agro di Bandung, akhir pekan ini.

Nevi mengatakan, BRI sangat spesial di perbankan Indonesia karena selain paling meratanya institusi ini menjangkau seluruh rakyat Indonesia di berbagai wilayah hingga pelosok, BRI juga memiliki nasabah yang pro kerakyatan berupa para pelaku UMKM yang juga ada di setiap daerah.

“Saya apresiasi BRI menjalankan restrukturisasi sesuai dengan regulasi perpanjangan masa program restrukturisasi hingga tahun depan dengan risiko atas kredit yang disalurkan akibat pandemi Covid-19. Saya berharap tekanan rasio Loan At Risk (LAR) yang juga meningkat dapat di atasi BRI, sehingga Bank ini tetap terbaik di Indonesia dan terkenal sangat pro rakyat melayani masyarakat Indonesia hingga pelosok,” tutur Nevi.

Dikatakan, berdasar informasi, BRI mencatat penurunan jumlah restrukturisasi kredit dari debiturnya. Nilai restrukturisasi kredit yang disalurkan BRI konsisten menurun sejak September 2020 dimana ada Rp 193,7 triliun kredit yang direstrukturisasi BR. Hingga akhir tahun lalu, kredit yang direstrukturisasi BRI turun Rp 7 triliun, menjadi Rp186,6 triliun yang berasal dari 2,83 juta debitur.

Legislator dari Dapil II Provinsi Sumatera Barat II tersebut mengatakan, 87 persen restrukturisasi kredit diberikan BRI terhadap debitur di segmen mikro dan kecil. Ada 44 persen pelaku usaha mikro mendapat keringanan pembayaran pinjaman, dan 43 persen pelaku usaha kecil meraih hal serupa.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI ini berharap agar setelah restrukturisasi dilakukan BRI, para pelaku UMKM tetap diberikan prioritas sehingga Nasabah BRI disegmen ini tetap dominan.

Berkaitan dengan BRI Agroniaga yang akan menjadi Bank Digital bagi Bank Himbara, Nevi berharap jangkauan kerja sama dengan fintech dan pekerja sektor UMKM semakin meluas.

BRI Agro perlu mendidik para pelaku agar pengelolaan bisnis UMKM punya fitur lengkap yang bukan hanya aplikasi kasir, tetapi ada juga pengelolaan inventori, pelanggan, akutansi, analisa bisnis dan pesanan online sehingga para pelaku langsung bersiap diri menghadapi era serba digital pasca pandemi.

“Saya berharap, BRI Semakin maju menjadi Bank andalan negara dan Rakyat Indonesia. Selain Semakin meluas nasabah UMKM, BRI juga dapat mengendalikan NPL nya meski pandemi Covid-19 di mana perbankan mengalami kenaikan NPL,” demikian Hj Nevi Zuairina. (akhir)

Related posts

Jamiluddin Ritonga Nilai Pasangkan Airlangga Dengan Jokowi 2024 Untuk Tes Pasar

akhir Rasyid Tanjung

Mulyanto: Jokowi Harus Geser Pusat Gravitasi Pembangunan Inovasi ke Swasta

akhir Rasyid Tanjung

Di Pasbar, Nevi Serahkan Ambulans Untuk Empat Kabupaten Kota di Dapil II Sumbar

akhir Rasyid Tanjung

Leave a Comment