Tim Penyidik Kejakgung lakukan penggeledahan/penyitaan di 3 tempat dalam perkara Tol Japek/Foto: kejaksaan.go.id
JAKARTA. Pewartasatu.com — Uang tunai senilai Rp5,5 miliar atau sama dengan 354.700 dolar AS disita tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung terkait kasus korupsi pembangunan jalan tol.
Sebagaimana keterangan tertulis Kejaksaan Agung, Selasa (3/10), penyitaan uang tunai itu berkaitan dengan perkara dugaan korupsi pembangunan Tol Japek II Elevated alias Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ).
Uang itu disita karena diduga berkaitan dengan tindak pidana pada perkara yang dimaksud. Uang itu disita tim penyidik setelah menggeledah tiga kantor sehari sebelumnya.
Tim Penyidik menjelaskan penggeledahan dilakukan pada 3 tempat yaitu PT GSF, PT DP, dan PT RUA.
Menurut Tim Penyidik, untuk 3 tempat yang dilakukan penggeledahan dan penyitaan yaitu PT GSF yang beralamat di Komplek Pertokoan Rawasari Mas Blok B No.18 Jl. Percetakan Negara Kav. 36, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
PT DP yang beralamat di Gedung Utaka 87, Jl. Utan Kayu Utara No. 87 RT 002/008, Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
PT RUA yang beralamat di Ruko Puri Botanical H8 No.18, Jl. Raya Joglo, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
Dari ketiga tempat tersebut, Tim Penyidik berhasil menemukan dokumen-dokumen dan bukti elektronik yang berkaitan dengan peristiwa pidana.
“Selain dilakukan penggeledahan, Tim Penyidik juga melakukan penyitaan atas mata uang asing senilai USD 354.700 yang diduga sebagai uang hasil tindak pidana.”, tambah Tim Penyidik.
Penyitaan dan penggeledahan dilaksanakan terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh para tersangka.
Para tersangka berinisial atas nama atas nama DD, YM, TBS dan SB pada pekerjaan pembangunan (design and build) Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated Ruas Cikunir-Karawang Barat termasuk on/off ramp pada Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat.**