Politik

Nevi Zuairina: Qurban Layak Jadi Instrumen Pembangunan Peradaban Manusia

JAKARTA, Pewartasatu.com– Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Komisi VI DPR RI, Hj Nevi Zuairina berqurban di 100 titik yang tersebar di delapan kabupaten/kota Dapil II Provinsi Sumatera Barat meliputi Kota Pariaman, Bukittinggi, Payakumbuh, Kabupaten Padang Pariaman, Agam, 50 Kota, Pasaman dan Pasaman Barat.

Sebenarnya, berqurban dengan memotong hewan ini sudah merupakan kegiatan rutin Nevi sejak belasan tahun lalu. Namun, kali ini memotong hewan qurban yang dagingnya diserahkan kepada mereka yang punya hak untuk menerimanya juga dilakukan dalam rangka mendukung 1 juta paket quban yang direncanakan DPP PKS DPR RI.

 

“Saya tahun ini mengikuti program DPP PKS yang akan menyebarkan 1 juta paket qurban seluruh Indonesia. Selain yang sudah dilakukan oleh struktur PKS mulai dari DPP, DPW, DPD hingga DPC di setiap wilayah dan daerah, saya juga turut melakukan penyaluran di 100 titik lokasi penyembelihan kambing,” tutur Nevi, Rabu (21/9) malam.

 

Nevi antusias memberi kontribusi kepada masyarakat sebab saat ini masih merupakan tahun-tahun yang berat bagi rakyat Indoensia akibat pandemi Covid-19 gelombang kedua yang semakin berat ujiannya. Malah kali ini merupakan tahun kedua rakyat Indonesia tidak dapat berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji.

 

Meski tahun ini tidak ada haji, tetapi semangat warga berkurban sangat besar. Antusiasme ini, selain untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, juga meningkatkan kepedulian terhadap sesama dengan berbagi.

 

“Alhamdulillah, berqurban tahun ini masih mendapat dukungan dari warga mulai relawan hingga masyarakat penerima yang dilakukan dengan tertib sesuai protokol kesehatan. Tidak menimbulkan kerumunan, tapi tetap efektif berjalan baik proses kurban, pengemasan hingga distribusinya,” kata Nevi.

 

Di sela-sela prosesi pemotongan qurban, Nevi sempat menyampaikan bahwa yang Allah harap bukanlah daging dan darah qurban ini karena Allah tidaklah butuh pada segala sesuatu. Yang Allah harapkan dari qurban adalah keikhlasan, ihtisab (selalu mengharap-harap pahala dari-Nya) dan niat yang sholih.

 

“Allah katakan (yang artinya), “ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapai ridho-Nya”. Inilah yang seharusnya menjadi motivasi ketika seseorang berqurban demi keikhlasan, bukan riya’ atau berbangga dengan harta yang dimiliki, dan bukan pula menjalankannya karena sudah jadi rutinitas tahunan,” tutur Nevi.

Wakil rakyat yang membidangi Industri dan Perdagangan ini mengatakan, qurban

salah satu wujud kesempurnaan Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin, penebar rahmat universal. Qurban, juga merupakan salah satu furqan, pembeda, penegas keunikan dan keunggulan Islam, karenanya, kurban selain ibadah juga berperan sebagai syiar Islam.

Karenanya, qurban layak menjadi instrumen pembangun peradaban.

“Saya berharap semua tidak kehilangan moment berqurban tahun ini, meski pandemi makin memuncak. Di moment yang sakral ini, mari kita semua berdo’a kepada yang Maha Kuasa, di hari-hari suci iedul adha, kita meminta Allah segera mengangkat pandemi covid-19 dari dunia ini terutama dari Negara tercinta, Indonesia,” demikian Hj Nevi Zuairina. (fandy)

Related posts

Dalam RDP Dengan PIP, Anis Sayangkan Target Penerima Manfaat PIP 2021 Turun

akhir Rasyid Tanjung

Terus Berbuat Untuk Dapil, Slamet Bagikan Benih Padi di Desa Cihurey Sukabumi

akhir Rasyid Tanjung

Ingatkan Pemerintah, Mulyanto: Restrukturisasi Fungsi Batan Tidak Boleh ‘Grasa Grusu’

Leave a Comment