JAKARTA, Pewartasatu.com — Pandangan mata Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) DR. Moeldoko menerawang jauh ke masa lalu saat bertugas sebagai anggota TNI di Timor Timur (Sekarang Timor Leste – Red).
Ketika menonton film ‘Sayap-saya Patah’ di Metropole XXI, Moeldoko yang ketika itu bertugas sebagai komandan lapangan teringat beberapa orang anak buahnya yang gugur di medan pertempuran.
Ini adalah bagian tersulit kala menghadapi situasi itu yakni menyampaikan kabar duka kepada istri dan keluarga anak buah yang gugur.
“Saat (menonton) film itu, saya membayangkan istri saya yang sering ditinggal tugas. Sudah nanti nangis benaran,” kata Moeldoko lalu tertawa lepas. “Saya secara pribadi melihat ini top luar biasa,” sambungnya.
Selain mengapresiasi film Indonesia yang bergairah di tengah wabah, Moeldoko ingin anak buahnya mengambil makna dalam setiap peristiwa atau momen penting yang terjadi dalam alur Sayap-sayap Patah.
Film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Ariel Tatum itu cukup menyita perhatian berbagai pihak.
Nonton bareng ‘Sayap-sayap Patah’ digelar Moeldoko bersama rekan muda yang bekerja di Staf Kepresidenan RI.
Moeldoko mengajak kaum mjuda untuk mengambil makna dan mampu memaknai sebuah peristiwa. Sebab dengan demikian mereka akan kaya dengan input untuk merumuskan kebijakan, begitu kira-kira.
“Siapa tahu dari mereka nanti akan ada yang dapat (jodoh) tentara atau polisi ya seperti itulah tugasnya,” Ulas Moeldoko. (**)