Aktual Kesra

UU Ciptaker mempermudah Izin Pelaku UMKM

\JAKARTA, PEWARTASATU.COM – Undang-undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) yang baru disahkan DPR (5/10/2020), mempermudah izin berusaha, terutama perizinan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Demikian disampaikan oleh Staf Ahli Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Bidang Kebijakan Publik, Reyna Usman, pada acara pembukaan “Inkubasi Bisnis Profesi Barista Coffe and Cafe”di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja (BBPPK) dan Perluasan Kesempatan Kerja (PPK) Kemnaker di Lembang, Jabar, (13/10/2020)

Reyna menyampaikan, Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan badai pengangguran bencana non alam akibat Covid-19. Tantangan dan permasalahan ketenagakerjaan saat ini adalah pemerintah berusaha mencari solusi penanggulangan badai pengangguran yang diakibatkan 6,9 juta orang penganggur terbuka , 3,5 juta orang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan 3 juta orang angkatan kerja baru memasuki pasar kerja.

“Untuk mengatasi pasar kerja dan pengangguran pemerintah harus memiliki upaya percepatan penanggulangan pengangguran yang dapat segera menggerakkan perekonomian kita,” kata Reyna.

Pemerintah, kata Reyna, berharap dan penuh optimistis bahwa dengan disahkannya UU Ciptaker maka pengangguran dan kemiskinan cepat teratasi, terutama karena banyaknya masyarakat menjadi wirausaha yang bergerak di sektor UMKM.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BBPPK dan PKK Kemnaker, Lembang Eko Daryanto melaporkan bahwa peserta training diharapkan akan menjadi barista-barista nasional dengan metode pengajaran dan seleksi yang ketat dan mengikuti protokol kesehatan.

Dikatakannya, , saat ini dengan menggunakan sistem informasi digitalisasi pengajaran yang dapat dimanfaatkan digunakan tidak saja pada saat pelatihan tetapi saat purna pelatihan dan cara pendampingan yang efektif terus-menerus dapat dilakukan melalui aplikasi Bisnis Maching BBPKK dan PKK Lembang sehingga tercipta program perluasan kesempatan kerja.

“Untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan daya juang generasi muda dalam mengembangkan UMKM di Indonesia di saat pandemi Covid-19, maka kehadiran negara sangat diperlukan dalam membantu masyarakat khususnya mengembangkan potensi sumber daya daerah”, ujar Eko.

Reyna menambahkan, perluasan kesempatan kerja memerlukan komitmen bersama anak bangsa, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tetapi peranan masyarakat dan dunia industri, akademisi dan tokoh-tokoh masyarakat seperti pemuka agama menjadi sangat penting.(Maulina)

Related posts

Nasib Wabendum PKB Berijazah Palsu

Alwi Attamimi

Jaga Keluarga, Terapkan Protokol Kesehatan Keluarga

Maulina Lestari

Wisata Wellness di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Maulina Lestari

Leave a Comment